Part 1 : Briefing “Banyak hal terjadi selama kau tidur. Sesuai prediksimu, singularity benar-benar terjadi.” Mein mengucap dengan wajah sayu. Rambut hitamnya masih terlihat bersih mengilap meski baru keluar dari debu sisa pertarungan hidup dan mati. Lenganku membetulkan letak headset di kepala. Derau suara mesin jet memaksaku untuk berfokus pada alat komunikasi ini. Padahal aku dan lawan bicaraku duduk tepat saling berhadapan. Mein, kesadaran versi digital dariku telah membangunkanku dari tidur panjang— 214 tahun tepatnya. Realitas pahit datang menyambut persis seperti yang kutakutkan— Dunia telah dikuasai oleh kecerdasan buatan. Itu karena Mein gagal menjadi penguasa dunia digital seperti yang kupersiapkan. “Kau—Entitas digital dengan kemampuan tak tertandingi di abad 21—dikalahkan oleh AI ?” Aku dengan nada menghakimi. Wajar aku kecewa. Seharusnya salinan digitalku ini memiliki kecepatan berpikir jauh di atas kapasitak otak homo sapiens. Dia bukan lagi anggota kingdom o...
DEWASA 18+ (Bahasa dan konten vulgar, kekerasan, gore) 1 “ Jika gadis Winderyn memberkatiku, menari telanjang dada bundar terbusung. Oh, selamat tinggal sayang, selamat tinggal sayang, selamat tinggal, selamat tinggal …” Nyanyi pria itu. Bergoyang-goyang membasahi pohon itu dengan kencingnya. Tak peduli suaranya yang sumbang; tak peduli apa dikata orang. Memangnya apa yang akan orang-orang katakan? Memangnya apa yang akan orang-orang mati katakan? Buruannya hari ini sukses besar; satu kafilah penuh oleh pasokan makanan, alkohol, dan bumbu-bumbuan yang sepertinya berasal dari benua utama. Hatinya bahagia; hati tujuh kawannya pun setuju dengannya. Mereka merayakannya dengan menghabiskan stok vodka sebanyak-banyaknya. Seketika pendengarannya menangkap suara yang janggal. Seperti suara seorang yang menginjak ranting. “Huh? Grom? Kaukah itu? Buang air busukmu jauh-jauh dariku! Aku tak mau tertular sipilis dari daging menjijikanmu itu!” Tiba-tiba tubuhnya serasa ditari...
Di jeda antar semesta, IRSS Chekov melayang. Sekumpulan boneka beruang setinggi 150 cm melayani tamu dari IRSS Chekov. Beruang beruang itu menyediakan makanan, minuman, bahkan ada lima beruang memainkan musik jazz di pojok ruangan. Carol dan Clive berdiri di atas panggung. Carol, gadis lima belas tahun berambut karamel tersenyum penuh percaya diri, buku bertuliskan, “Bagaimana berbicara di depan publik,” terlihat di tangannya. Sementara itu Clive, gadis sepuluh tahun mengenakan baju musim dingin, terus menyenggoli Carol agar segera memulai pembukaan acara ini. “ Oke, aku akan mulai!” Carol membalas, “Halo semuanya, namaku Carol. Dan nona ini adalah Clive. Admiral dari kapal antar semesta ini. Kami...menculik...ehem, membawa kalian ke sini dengan satu tujuan: Bertarunglah!” Seorang kakek tiba-tiba berdiri, “Hei, nona. Aku tahu kau lebih kuat dari wujudmu. Namun kau tidak bisa membawa kami dari berbagai tempat lalu menyuruh kami bertarung begitu saja.” namun, Gadis di sisinya...
Comments
Post a Comment