Perkenalan 04 - Hwain Liliac dan Bonno - Bonno & Child
Jika bukan karena uang dan relasi, Child lebih suka menjual informasi daripada barang selundupan. Di tengah bukit bebatuan tanpa oksigen Child mencoba bertahan dengan menggunakan tubuhnya yang kecil diantara retakan bukit bebatuan.
"Baiklah Bonno, sekarang saatnya kau muncul." Child berbicara melalui ponsel proyeksi miliknya.
"Booo booo boooo."
"Tidak, sekarang bukan waktunya makan. Hei aku memberikanmu makanan ringan galaksi dino tadi pagi."
"Booo booo boooo booo."
"Sekarang bahkan belum jam dua belas."
Child menyadari sesuatu ketika tempatnya bersembunyi mulai bergetar dengan keras. Sepertinya tembakan laser dari sepuluh orang yang mengejar Child mulai memberikan dampak. Child tak memiliki cara lain kecuali menyerah. Child keluar dari retakan sembari mengangkat lengan yang memegang koper sebagai tanda menyerah.
"Sepertinya rumor bahwa kau adalah orang yang berbahaya itu bohong belaka. Kau tidak lebih daripada wanita buruk rupa yang tak memiliki keterampilan." Seorang pria berambut pirang klimis nampak meludah seraya membuat ekspresi jijik di wajah.
"Wow, itu sangat kasar klimis. Kau juga bukan tipeku. Lihat tulang-tulang kurus itu. Mereka pasti hancur jika seseorang melempar batu pada mereka."
"Kau--"
Pria klimis itu menghentikan kata-katanya karena salah satu bawahannya hancur tertimpa batu besar.
"Itulah akibat jika kalian tidak berolahraga. Dan kalian masih menyebut diri kalian mafia luar angkasa."
"Diam kau!"
Pria berambut klimis bermaksud melepas tembakan. Namun, salah satu bawahannya kehilangan kepala karena sebuah batu.
"Apa yang kau lakukan wanita buruk rupa!"
"Saatnya kuis, apa hukuman untuk para mafia yang melanggar janjinya?"
Kali ini pria berambut klimis dapat melihat batu berkecepatan tinggi melubangi dada bawahannya. Tak ayal pria berambut klimis membuat ekspresi takut dan menembakkan senapan lasernya ke langit-langit bukit yang kosong. Melihat hal itu semua anak buahnya mengikuti pria berambut klimis.
"Yeay, kembang api. Sepertinya kalian menyukai sirkus."
Tak lama kemudian Boono meloncat dari bukit di belakang Child. Bonno berdiri di samping Child dan membuat ketujuh orang yang tersisa terkejut. Penampilan Bonno adalah alasan dari keterkejutan terbesar mereka. Mereka mungkin pernah melihat makhluk yang disebut dengan Evolust. Namun, Bonno adalah keberadaan yang berbeda. Tubuh setinggi dua setengah meter, tangan berotot menjulur hingga kaki, serta retakan besi dan tampang seperti gorilla semakin membuat Boobo mengintimidasi.
"Apa kalian tahu kenapa aku menjadi kriminal dengan peringkat A?" Child menatap tajam pria berambut klimis sambil menyeringai.
"Makhluk macam apa itu, semuanya cepat tembak dia!"
Si rambut klimis yang merasakan bahaya segera mengambil kota teleporter dan menekan tombol di bagian tengah saat keenam anak buahnya melepaskan tembakan ke arah Child. Melihat hujan peluru laser Bonno memberikan punggung yang sudah dilapisi mineral Tungsten untuk melindungi child. Tembakan mereka tidak berpengaruh sama sekali pada Bonno dan hanya membuat Bonno berteriak, "Booo.".
"Baiklah bunuh mereka kecuali yang berambut klimis."
Bonno berbalik dan memukul-mukul dadanya berkali-kali sambil berteriak. Kumpulan cecunguk yang merasa terintimidasi memutuskan untuk membuang senapan mereka dan berlari menjauh. Bonno mengambil tumpukan batu dan dalam sekejap keenam orang itu menjadi bubur manusia. Seluruh darah terciprat membuat tanah gersang bukit bebatuan menjadi berwarna merah. Pria berambut klimis bergetar ketakutan hingga celananya basah karena air seni,
"Ayolah, mana sifat jagoanmu yang tadi," Child memegang perut seraya tertawa. "Kau mengompol seperti bayi."
Child menendang kotak teleport yang ada di atas tubuh pria berambut klimis.
"Sekarang apa?" Child membuat ekspresi mengejek sambil memutar koper yang dia bawa.
"Kumohon maafkan aku. Kupikir aku akan mendapat keuntungan banyak dengan mengambil hyperspace bom dari tanganmu. Aku tidak menyangka semua akan jadi seperti ini." Pria berambut klimis memeluk kaki Child sambil menangis.
"Kau bisa lihat temanku ini memiliki tangan yang besar. Bayangkan saja tangan-tangan besar itu di kemaluanmu."
Child menendang pria berambut klimis hingga pria itu berputar.
"Ada tiga hal yang paling aku benci di dunia Orang yang rasis, pengkhianat dan suka menghina fisik orang lain. Aku akan memberikan hukuman yang benar-benar berat pada mereka."
Child terus berbicara mengenai hukuman-hukuman yang akan dia lakukan sembari memainkan koper. Pria berambut klimis mulai tenang dan melihat ke arah koper yang dimainkan Child. Dari penglihatannya, monster gorilla berdiri agak jauh dari posisi mereka berdua. Pria berambut klimis akhirnya memikirkan sesuatu. Pria berambut klimis menekan tombol yang ada di sabuknya. Child terus berbicara dan tak menyadari pria berambut klimis telah membuat skema di otaknya. Pria berambut klimis mulai menghitung dari satu. Hitungan itu berjalan hingga dua puluh delapan lalu pria berambut klimis itu berdiri, melompat dan meraih tas di tangan Child. Dari sabuk pria itu muncul sinar yang ternyata adalah alat teleportasi menuju pesawat. Bonno terkejut dan melompat ke arah sinar itu dan menghantam tanah di sana berkali-kali. Child nampak santai dan menghampiri Bonno.
"Tenanglah kawan." Child menggosok punggung Bonno.
"Booo booo booooo!" Bonno menghantam dadanya berkali-kali.
"Hei, jangan berbicara seperti itu padaku. Semua itu sudah masuk dalam rencanaku."
"Booo?"
"Dalam kondisi takut manusia tidak akan berpikir jernih. Berdasarkan waktunya, aku yakin si klimis itu menggunakan teleport instan. Pada kondisi panik seperti itu, seseorang akan mencari perlindungan."
"Boo booo."
"Jangan menyelaku, aku tetap takkan membiarkanmu bermain game sampai malam. Kembali lagi pada pria itu. Saat mencari perlindungan dia akan menjadi buru-buru dan menyerahkan tas kosong itu pada bossnya. Aku tuan Sargas adalah tipe yang tidak menyukai kegagalan. Aku perkirakan seluruh keluarga dari si klimis itu akan menerima ganjarannya. Bagaimana, itu indah bukan?"
"Booo booo booo booo."
"Kau tidak mengerti," Child mendesah. "Baiklah ayo kita pulang. Jangan meminta cemilan, kita sedang miskin sekarang."
"Bagaimana, bukankah mereka berdua kombinasi yang sungguh menarik."
"Tidak juga, hubungan dan penampilan mereka benar-benar aneh."
Suara yang terdengar tiba-tiba membuat Child berbalik. Child dua orang gadis sedang duduk di atas batu.
"Booo!"
"Tunggu," Child membuat gestur berhenti dengan tangan. "Sudah kubilang kita tak boleh asal menyerang. Kita harus mengumpulkan informasi dahulu. Jadi kalian berdua siapa?"
"Namaku adalah Carol dan dia Clive. Aku bisa melihat kau melakukan hal kejam. Terserah, aku hanya ingin mengundang kalian dalam turnamen."
Child maju dengan hati-hati dan mengambil amplop yang diberikan Carol.
"Kami akan datang. Kalau begitu selamat tinggal."
"Dia tidak akan datang," ujar Clive.
"Manusia dengan kesadaran rupanya. Baiklah mari kita buat ini cepat. Apa keuntungan mengikuti turnamen ini?"
"Kelihatannya kau akan menghadapi masalah dengan boss orang itu."
"Aku tahu resiko perbuatanku. Aku sama sekali tidak takut. Kau meremehkan kami?"
"Baiklah, bagaimana jika aku berikan hadiah yang menggoda. Semua yang kau inginkan, semua hasratmu menjadi nyata?"
Child menatap langit-langit Planet Togoryu yang berwarna merah. Beberapa kenangan muncul di kepala Child.
"Aku tak memiliki keingin, tapi mungkin seseorang memilikinya. Sobat apa kau siap ber-rock & roll!"
"Booooooooooooooo!" Bonno menepuk-nepuk dadanya.
Comments
Post a Comment