Perkenalan 05 - Regalia Banks dan Peter Gummy - Cherry Candy

Street Brawl Championship Ring, Underground.


Selamat datang di Grand Final pertandingan Street Brawl! Turnamen tarung jalanan bawah tanah paling kejam seantero Mardukia!” Sambut sang pembawa acara dengan penuh semangat, dibalas dengan sahutan penonton yang kian meriah.


Memperkenalkan dari sudut merah, Sang Bomberman Wanita yang penuh api! Anak dari pegulat antar planet dan antar dimensi yang legendaris, Rager Bangins alias The Ragga Bang. Jagoan satu ini digadang – gadang akan melampaui karir ayahnya dengan membawa nama harum Bomberman asal Fenriz…” Kembali sang pembawa acara menyambut sesosok perempuan dengan siluet senyum lebar penuh percaya diri, “…Regalia Banks! Alias Ragga Bang Junior!


WOOOOHHH!!!!” Penonton yang merupakan anak – anak jalanan kumuh itu bersahutan tak karuan saat lampu panggung menyorot sudut merah.


Hehe!” Regalia mengangakat kepalan tangan kanannya kelangit, membalas sorakan penonton dengan semangat.


Selanjutnya dari sudut biru, seorang Breaken yang tahun lalu menjadi juara dari turnamen Street Brawl… Gama The Iron Wall!”


Seorang pria gemuk gundul mengangkat kedua tangannya, disusul oleh sorakan penonton yang tak kalah meriahnya. Pria gemuk tersebut jauh lebih tinggi daripada Regalia, ukurannya sangat amat besar menyerupai beruang.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, kita mulai pertarungan!”


TINGG! TINGG! TINGG!!!


Bel pertarungan berbunyi, memanfaatkan momentum dari si gemuk yang masih menyambut penonton, Regalia melesat maju dengan kedua kepalan yang sudah siap menghantam.


Hmm?!” Gama menyadari pergerakan Regalia kemudian mempersiapkan kuda – kuda bertahan.


nnnnggggGGGGHHHH—BANGG!” Teriak Regalia yang sedari tadi mengumpulkan energi dari darah Bombermannya di kepalan tangan kanan yang dilapisi brass knuckle.


Ledakan terjadi saat hantaman tinju tersebut mendarat pada perut gemuk Gama. Namun kemampuan pengerasan Breaken miliknya tampak membuat serangan barusan seolah hanya ledakan petasan kecil tak berasa. Gama tersenyum penuh olokan melihat wajah kecil Regalia yang tampak kesal.


Rggghhhh…” Regalia menggerutu kesal.


BANG! BANG! BANG! BANG! BANG!”


Rentetan serangan beruntun penuh ledakan berskala kecil itu ia hantamkan ke seluruh tubuh Gama. Asap dan debu akibat ledakan itu tampak menutupi Sebagian tubuh Gama, juga wajahnya. Setelah hampir setengah menit Regalia melakukan serangan beruntun tersebut, ia kemudian berhenti lalu mengambil Langkah mundur untuk melihat hasil dari serangan barusan.


Sedikit demi sedikit debu dan asap yang menutupi Gama menipis, tatapan Regalia dan para penonton terdiam dengan tatapan tajam berusaha melihat hasil serangan barusan.



ORAAAA!!!” Tepat sebelum asap hilang sepenuhnya, bogem keras Gama muncul dari dalam kegelapan asap.


Tinju besar yang keras dilapisi Armament—kemampuan khas bangsa Breaken itu telak menghantam wajah Regalia hingga membuat sang gadis terpental jatuh dengan hidung memuncratkan darah.


WOOOAHHH!! GAMAA!!!” Penonton bersorak ramai melihat counter dadakan dari sang juara bertahan.


Tak menunggu lama, Regalia gontai Kembali bangkit dengan senyum lebar dan sorot mata tajam penuh amarah meski hidungnya masih mengucurkan darah.


Hehehe sialan… Kau langsung menggunakan 100% kekuatanmu dari awal ya… Kalau begitu…” Regalia meracau sendiri masih dengan senyum lebarnya, kemudian ia melepas limiter Ultima Brass Knuckle dari kedua tangannya.


Ia meregangkan kedua tangannya, mengepal lalu melepas kepalan tangannya berulang kali. Tangannya memerah, asap panas perlahan menyeruak dari jemarinya yang terkepal. Sama seperti Bomberman pada umumnya, ia sedang menghimpun energi.


Mari kita lihat berapa banyak ledakan bisa kau terima dengan tubuh gendut Breakenmu itu, Gama…”


Bersiaplah menerima serangan favoritku…”


Regalia mengambil ancang – ancang.


Ragga Step.’ Gumamnya pelan.


Ledakan menyeruak dari kedua kaki Regalia hingga melemparkannya dengan kecepatan tinggi menuju Gama. Ketika posisi mereka sudah tinggal beberapa inci lagi, kepalan kanan panas itu meluncur hendak menghantam Gama dengan ledakan tanpa limiter.


Ragga Bang!


***


Toko Permen Gummy’s


Kling!


Suara bel toko permen itu berbunyi setiap kali ada yang masuk kedalamnya.


Aku pulang…”


Selamat datang di toko permen Gum—ya tuhan,… Regal?” Sahut pria tua yang berada dibalik etalase kasir terkejut melihat kehadiran Wanita yang penuh luka memasuki tokonya.


Pria itu adalah Peter Gummy, biasa dipanggil Pete atau Kakek Gum, ia adalah kakek dari keluarga ibu Regalia. Postur bungkuknya tergesa – gesa mendekati Regalia yang tampak babak belur membawa belt kejuaraan turnamen tarung jalanan.


Kamu masih ikutan tarung jalanan, nak?” Kakek Gum mengusap Pundak cucunya penuh khawatir.


Regalia menepis ketus tangan kakeknya.


Lihat! Memang bakatku adalah bertarung, kek! Aku juara tarung jalanan tahun ini, mengalahkan Gama si gemuk! Hahahahaha!” Regalia tertawa keras menggema seisi ruangan toko permen, “…Sebentar lagi, aku bisa bertarung ke kejuaraan resmi seperti yang ayah lakukan!”


Regal…”


Bukankah sudah kakek bilang, jangan bertengkar lagi… Apa kamu tidak capek menyakiti dirimu sendiri dan orang lain?” Tanya Kakek Gum dengan nada kecewa.


Kakek ini bodoh ya?! Untuk apa darah Bomberman mengalir pada tubuhku kalau tidak dipakai bertarung?” Balas Regalia.


Regal, pertarungan hanya akan menyakiti bahkan menjatuhkan korban suatu hari nanti… Perang sudah berakhir, mari hidup damai… Kakek yakin, bukan inilah jalan yang ibumu inginkan…” Bujuk Kakek Gum.


Regalia menapak satu Langkah kehadapan kakeknya, seketika pula lantai kayu yang ada di toko permen itu hancur patah. Ia mendekatkan wajah marahnya beberapa inci kehadapan kakeknya yang lebih pendek.


Ibu lagi… Ibu lagi… Mau ibu maupun kakek, kalian berdua adalah seorang Breaken! Tidak akan paham bagaimana rasanya menjadi petarung seperti kaum Bomberman! Ayah juga pernah cerita kalau pada saat perang dulu kakek tidak pernah beratarung sama sekali! Tidak juga membunuh satu nyawa pun! Kakek hanya dijadikan perisai oleh prajurit – prajurit lain! Apa kakek tidak malu?!” Bentak Regalia penuh nafsu dengan lantang.


Sang kakek terdiam seribu kata, ia hanya bisa menatap mata penuh api Regalia dengan tatapan sendu.


Sekarang lihat dirimu, kek! Kau malah jualan permen – permen bodoh ini untuk bertahan hidup, berbeda sekali dengan ayah yang bertahan hidup dengan bertarung! Kakek terlalu kekanak – kanakan!”


BRAKK!


Regalia menendang kotak kayu berisi permen – permen jualan kakeknya hingga hancur dan berserakan lalu berjalan pergi memasuki rumah.


Cih! Harusnya aku seneng – seneng hari ini karena habis juara, tapi kakek bodoh ini malah merusak hariku!” Bentak Regal sekali lagi setelah membanting pintu masuk kedalam rumah.


Regal…” Panggil Kakek Gum pelan dengan ekspresi penuh kesedihan.


Ia kemudian mengambil kotak kayu lain, dan mulai memasukkan permen – permen yang berserakan tersebut pada kotak kayu yang baru seorang diri.



***


Bertahun – tahun lalu.


Regal kecil… Mulai sekarang kamu tinggal Bersama kakek yah?” Ucap Wanita ramah dengan mata biru keabu – abuan yang indah itu.


Heeeee??? Kenapa kakek?” Tanya Regal yang masih berumur 6 tahun.


Regal kecil berumur 6 tahun yang rambutnya masih dikuncir twintail itu merengek tak ingin tinggal Bersama kakeknya. Sementara ibunya tampak berdiri didepan pintu keluar toko permen Gummy’s membawa koper serta barang – barang lain yang nampaknya hendak pergi dalam waktu yang lama.


Ibu ada pekerjaan yang harus diurus, dan ibu tidak bisa bawa kamu, huhu!” Balas sang Wanita yang rupanya ibu dari Regalia.


Kenapa aku enggak dititipin ke ayah aja?! Kan kalau sama ayah, aku bisa belajar berantem!” Lanjut Regal dengan ekspresi kesal menggembungkan pipinya.


Ayah kan lagi di planet lain, sayang… Berbahaya juga kalau kamu ikut ke tempat – tempat ayahmu bekerja…” Ucap sang ibu.


Sebuah derap Langkah kemudian terdengar dari belakang Regalia berdiri, sesosok kakek yang pada saat itu masih belum terlalu bungkuk dan beruban datang memeluk Regal dari belakang.


Nak Regal, sini sini! Kakek ada permen baru rasa cherry, lhooo…” Ucap Kakek Gum sambil memegang bungkus permen dengan logo maskot berupa kucing berwarna merah muda.


Hwaaaaaaa! Cherry!!! Kesukaanku!” Regalia kecil kegirangan melihat bungkus permen yang kakeknya pegang, saat ia hendak mengambil permen tersebut sang kakek melepas pelukannya dan berusaha menjauhkan permen tersebut darinya.


Iiiiihh kakeekk… Berikan permennya!!” Rengek Regal melompat – lompat menggapai permen dari tangan kakeknya.


Ehehehe gaboleh! Katanya kamu gak suka tinggal sama kakek?” Ucap Kakek mengusili Regalia.


Sang ibu tersenyum tipis melihat tingkah laku anaknya Bersama sang kakek, seketika pula ia mendapatkan rasa aman anaknya akan baik – baik saja jika tinggal Bersama kakeknya. Sang ibu menatap Kakek Gum dengan telunjuk berada di mulutnya mengisyaratkan untuk pergi secara diam – diam saat Regal sibuk dengan permen, Kakek Gum mengangguk pelan dan beranjaklah sang ibu pergi.


Haiiyaaaattt! Ragga Bang!” Regal meninju lutut kakeknya, berusaha mendapatkan permen yang diinginkan.


BLETUKK


Ledakan mini seperti petasan kecil timbul akibatnya.


Adududuhhhh kakeknya jangan dipukul dong…” Ucap sang kakek berpura – pura kesakitan.


Makanya kasih aku permen cherry nya dong! Ragga Bang! Bang! Bang!” Balas Regalia kecil dengan ekspresi gemas.


BLETUK BLETUK BLETUK


Percikan kecil itu berkali – kali muncul disetiap kali Regalia meninju kecil lutut kakeknya.


Aw aw aw! Ampuuunnn… Kakek minta ampuunnn…” Sang kakek yang masih meladeni cucunya itu kemudian berpura – pura tumbang terjatuh, “Hwaaaaa permen cherry yang kakek simpan di perut kakek keluar semua karena dipukulin, huhu…”


Kakek Gum dengan sengaja membuka kemeja yang ia kenakan, seketika pula permen cherry berserakan keluar dari dalam kemeja tersebut.


Yeaaayyy! Permen Cherry kesukaanku ada banyak!”


Keduanya bersenang – senang seharian, tanpa Regal menyadari sang ibu telah pergi entah kemana.


***


Masa sekarang, Toko Permen Gummy’s


Kakek Gummy tampak kelelahan duduk dihadapan etalase kasir, sesekali ia yang mengantuk tampak ketiduran, namun terus – menerus terbangun setiap dagu yang ia topang terjatuh dari tangannya.


Perasaan sedihnya masih belum hilang, namun ia sudah biasa mendapatkan perilaku seperti itu dari cucunya, mungkin butuh beberapa jam lagi hingga rasa sakit hati barusan hilang, gumamnya. Sehari – hari mereka selalu bertengkar akibat bedanya pendapat dari masing – masing pihak, namun disisi sang kakek ia sadar betul bahwa rasa sayangnya pada sang cucu sangatlah besar, ia tidak ingin cucunya disakiti maupun menyakiti orang lain.


Kling!


Suara bel toko berdering Kembali memecah rasa Lelah Kakek Gummy, kedua siluet anak perempuan tampak memasuki toko permen.


Selamat datang di toko permen Gummy’s, anak – anak. Kalian suka permen apa?” Sapa Kakek Gum ramah.


Anak – anak… Katanya?” Ucap salah satu dari mereka.


Hahahaha! Dasar anak – anak!” Balas satu lagi yang berambut caramel.


Tapi kamu juga termasuk anak – anak kan…” Balasnya dengan mata sinis.


Kakek Gummy tampak keheranan melihat tingkah laku kedua anak tersebut, setelah diperhatikan lebih lanjut, pakaian mereka berdua tampak bukan berasal dari Fenriz maupun Mardukia. ‘anak turis kah?’ gumamnya dalam hati.


Ummm kakek, kami kesini tidak sedang mencari permen.... Meski tampaknya permen – permen ini enak sih…” Lanjut si rambut caramel.


Carol, fokuslah!” Ucap anak satunya memarahi gadis yang rupanya Bernama Carol tersebut.


Iya, iyaa… Gak perlu ngebentak juga dong, Clive…” Balas Carol sinis.


Adik – adik ada perlu apa?” Tanya kakek ramah.


Ini kediaman dari Ragga Bang kan, kek?” Tanya Carol.


BRAKKKK


Pintu menuju rumah dari toko tersebut dibuka dengan keras, Regalia menggebu – gebu datang kehadapan kedua anak kecil tersebut dengan mata berbinar.


BETUL! INI KEDIAMAN RAGGA BANG! Namun kalian sedang bicara dengan Ragga Bang Junior! Kalian pasti menonton pertandinganku di final tadi kan? Pasti kalian mau mengundangku untuk mengikuti turnamen lain yang lebih besar, kan?!” Tanya Regalia penuh antusias.


Kakek Gummy menepok kepalanya sendiri. Rupanya sedari tadi Regal berharap ada agensi atau penyelenggara turnamen lain yang mendatangi rumahnya untuk mengundang dirinya pada turnamen yang lebih besar, karena ia sudah memenangkan final tarung jalanan.


Regal… Mereka ini Cuma anak – anak…” Ucap sang kakek.


Ummmm… Sebenarnya kami memang mau mengundang kakak ke turnamen sih…” Jawab Carol yang agak canggung melihat situasi ini.


YESSS!!! Lihatkan kakek?! Berkat aksiku di final tadi, ada tawaran bertarung di turnamen lagi!” Balas Regalia kegirangan.


H-HE?! Seriusan?!” Kakek Gummy terkejut tak percaya.


Ya, betul. Tapi kau tak sendirian, kakek itu ikut juga bersamamu…” Lanjut Clive santai.


Eh?”


HAAAAAAHHHHHH??!!!”


Comments

Popular posts from this blog

Round 1 - Mein/Liebe - Walk In The Park

Perkenalan 08 - Locke(Imbrin) dan Marcia(Fionn) - Selamat Tinggal Sayang, Selamat Tinggal, Selamat Tinggal

il Gran Duetto - Ronde 1 - The Nine Tower Challange